27 Oktober 2011

27 Januari 2011

Jelly

24 November 2010

Cara Check IMEI Blackberry anda dan penjelasannya:

Anda pasti sudah menerima BBM message tersebut di bawah lewat Blackberry Messenger? Dan menanyakan apakah ini benar? Apakah benar kualitas Blackberry anda kurang bagus?-

Langkah pertama : ketik *#06# (di screen telephone ketik di dial numbers)-

Setelah itu akan muncul 15 angka no seriContoh : 316725.10.469021.6•

Jika angka Ke tujuh dan delapan adalah angka 02 atau 20 Hp tersebut dibuat di Asia dengan kualitas yang jelek.•

Jika angka Ke tujuh dan delapan adalah angka 08 atau 80 Hp tersebut dibuat di Jerman dengan kualitas lumayan.•

Jika angka Ke tujuh dan delapan adalah angka 01 atau 10 Hp tersebut dibuat di Finlandia dengan kualitas bagus.•

Jika angka Ke tujuh dan delapan adalah angka 00 Hp tersebut dibuat di Perancis dengan kualitas paling baik.•

Jika Handphone anda tidak termasuk dari salah satu di atas berarti HP anda adalah HP tidak original.Menurut standard IMEI, nomor IMEI terdiri dari AA-BBBBBB-CCCCCC-D atau AAAAAA-BB-CCCCCC-D dan tidak satupun menyebutkan angka ke7-8 itu adalah kode negara produksi.Kode IMEI Blackberry terdiri angka AAAAAA-BB-CCCCCC-DDi website Blackberry dan situs situs online sama sekali tidak ketemu penjelasan ini dan seharusnya tidak pengaruh dengan kualitas Blackberry mu, tentunya Blackberry akan pastikan kualitasnya tetap bagus dengan Quality Assurance and Control dimanapun produknya di produksi.Blackberry saya punya angka “03″ dan dikotak Blackberry Bold saya tulis Made in Hungary! Menurut BBM message, Jika Handphone anda tidak termasuk dari salah satu di atas berarti HP anda adalah HP tidak original! Apakah Blackberry saya tidak original? Saya yakin Original, karena saya sudah mendaftarkan Blackberry saya ke operator BIS resmi, situs website Blackberry BIS tanpa masalah. Kalau memang mau tau dimana negara produksi Blackberrymu, lihat saja di Blackberrymu! Ada tulisan “Made In XXX”

Alhamdulillah punya saya yg 01,berarti kualitasnya bagus,hehehe :)

Semoga bermanfaat

01 Juli 2010

KENAPA TULISANNYA AMBULANCE TERBALIK?

TENTU kamu pernah menjumpai mobil pelayanan seperti ambulan, mobil polisi, atau kendaraan yang bertugas melakukan pelayanan secara cepat. Nampak di bagian depannya terdapat tulisan yang di cetak terbalik. Kenapa dibuat demikian? Bukankah dengan ditulis terbalik akan semakin sulit orang membacanya? Lantas mengapa ditulis terbalik seperti itu? Dan mengapa karakter terbalik itu hanya ditulis di bagian depan kendaraan?

Salah satu kelengkapan kendaraan yang kamu termui pada kendaraan bermotor adalah kaca spion. Kaca spion atau lebih tepatnya disebut ”cermin spion” memiliki keginaan untuk mengamati objek yang ada di belakang kendaraan kamu, sehingga kamu tidak perlu menoleh ke belakang pada saat kamu mengendarai kendaraan. Sudah menjadi sifat cermin adalah menciptakan ”bayangan” yang berkebalikan dengan objeknya, kanan menjadi kiri, kiri menjadi kanan (tetapi tidak ”membalik” atas menjadi bawah lho).

Nah tulisan yang kamu
baca ”lewat” cermin juga akan terlihat terbalik.
Dengan demikian, jelaslah tujuan kenapa mobil AMBULANCE memiliki tulisan terbalik di depan kendaraannya adalah
agar semua pengemudi di jalan raya tetap dapat membaca tulisan ”ambulance” yang ”tidak
terbalik” itu melalui cermin spion. TUlisan TErbalik hanya di pasang di bagian muka kendaraan, tidak di bagian
lainnya. Diharapkan kendaraan didepan ambulan itu akan memberi ”jalan”, mempersilakan lewat karena
mungkin sedang bergegas menuju tujuannya.***

04 Mei 2010

Teknik Budidaya Tanaman Sagu


E. PROFIL INVESTASI BIOFUEL DARI SAGU

1. Teknik Budidaya Tanaman Sagu
A. Nama Lain dari Tanaman Sagu
Sagu (Metroxylon sp.) di duga berasal dari Maluku dan Irian. Hingga saat ini belum ada data yang mengungkapkan sejak kapan awal mula sagu ini dikenal. Di wilayah Indonesia bagian Timur, sagu sejak lama dipergunakan sebagai makanan pokok oleh sebagian penduduknya terutama di Maluku dan Irian Jaya. Teknologi eksploitasi, budidaya dan pengolahan tanaman sagu yang paling maju saat ini adalah di Malaysia.

Tanaman Sagu dikenal dengan nama Kirai di Jawa Barat, bulung, kresula, bulu, rembulung, atau resula di Jawa Tengah; lapia atau napia di Ambon; tumba di Gorontalo; Pogalu atau tabaro di Toraja; rambiam atau rabi di kepulauan Aru. Tanaman sagu masuk dalam Ordo Spadicflorae, Famili Palmae. Di kawasan Indo Pasifik terdapat 5 marga (genus) Palmae yang zat tepungnya telah dimanfaatkan, yaitu Metroxylon, Arenga, Corypha, Euqeissona, dan Caryota. Genus yang banyak dikenal adalah Metroxylon dan Arenga, karena kandungan acinya cukup tinggi.
Sagu dari genus Metroxylon, secara garis besar digolongkan menjadi dua, yaitu : yang berbunga atau berbuah dua kali (Pleonanthic) dan berbunga atau berbuah sekali (Hapaxanthic) yang mempunyai nilai ekonomis penting, karena kandungan karbohidratnya lebih banyak. Golongan ini terdiri dari 5 varietas penting yaitu :
a. Metroxylon sagus, Rottbol atau sagu molat
b. Metroxylon rumphii, Martius atau sagu Tuni.
c. Metroxylon rumphii, Martius varietas Sylvestre Martius atau sagu ihur
d. Metroxylon rumphii, Martius varietas Longispinum Martius atau sagu Makanaru
e. Metroxylon rumphii, Martius varietas Microcanthum Martius atau sagu Rotan

Dari kelima varietas tersebut, yang memiliki arti ekonomis penting adalah Ihur, Tuni, dan Molat.
Sagu mempunyai peranan sosial, ekonomi dan budaya yang cukup penting di Propinsi Papua karena merupakan bahan makanan pokok bagi masyarakat terutama yang bermukim di daerah pesisir. Pertanaman sagu di Papua cukup luas, namun luas areal yang pasti belum diketahui. Berdasarkan data penelitian dan pengambangan pertanian dapat diperkirakan luas hutan sagu di Papua mencapai 980.000 ha dan kebun sagu 14.000 ha, yang tersebar pada beberapa daerah, yaitu Salawati, Teminabuan, Bintuni, Mimika, Merauke, Wasior, Serui, Waropen, Membramo, Sarmi dan Sentani.
Sentra penanaman sagu di dunia adalah Indonesia dan Papua Nugini, yang diperkirakan luasan budi daya penanamannya mencapai luas 114.000 ha dan 20.000 ha. Sedangkan luas penanaman sagu sebagai tanaman liar di Indonesia adalah Irian Jaya, Maluku, Riau, Sulawesi Tengah dan Kalimantan.

B. Syarat Tumbuh
Jumlah curah hujan yang optimal bagi pertumbuhan sagu antara 2.000 – 4.000 mm/tahun, yang tersebar merata sepanjang tahun. Sagu dapat tumbuh sampai pada ketinggian 700 m di atas permukaan laut (dpl), namun produksi sagu terbaik ditemukan sampai ketinggian 400 m dpl. Suhu optimal untuk pertumbuhan sagu berkisar antara 24,50 – 29oC dan suhu minimal 15oC, dengan kelembaban nisbi 90%. Sagu dapat tumbuh baik di daerah 100 LS - 150 LU dan 90 – 180 darajat BT, yang menerima energi cahaya matahari sepanjang tahun. Sagu dapat ditanam di daerah dengan kelembaban nisbi udara 40%. Kelembaban yang optimal untuk pertumbuhannya adalah 60%.
Tanaman sagu membutuhkan air yang cukup, namun penggenangan permanen dapat mengganggu pertumbuhan sagu. Sagu tumbuh di daerah rawa yang berair tawar atau daerah rawa yang bergambut dan di daerah sepanjang aliran sungai, sekitar sumber air, atau di hutan rawa yang kadar garamnya tidak terlalu tinggi dan tanah mineral di rawa-rawa air tawar dengan kandungan tanah liat > 70% dan bahan organik 30%. Pertumbuhan sagu yang paling baik adalah pada tanah liat kuning coklat atau hitam dengan kadar bahan organik tinggi. Sagu dapat tumbuh pada tanah vulkanik, latosol, andosol, podsolik merah kuning, alluvial, hidromorfik kelabu dan tipe-tipe tanah lainnya. Sagu mampu tumbuh pada lahan yang memiliki keasaman tinggi. Pertumbuhan yang paling baik terjadi pada tanah yang kadar bahan organiknya tinggi dan bereaksi sedikit asam pH 5,5 – 6,5.
Sagu paling baik bila ditanam pada tanah yang mempunyai pengaruh pasang surut, terutama bila air pasang tersebut merupakan air segar. Lingkungan yang paling baik untuk pertumbuhannya adalah daerah yang berlumpur, dimana akar nafas tidak terendam. Pertumbuhan sagu juga dipengaruhi oleh adanya unsur hara yang disuplai dari air tawar, terutama potasium, fosfat, kalsium, dan magnesium.
Pengertian mengenai hutan sagu adalah hutan yang didominasi oleh tanaman sagu. Selain sagu, masih bnyak tanaman lain yang ditemukan dalam kawasan tersebut. Selain itu, dalam satu hamparan hutan sagu tidak hanya tumbuh satu jenis sagu, tetapi terdapat beragam jenis sagu dan struktur tanaman.

C. Teknologi Perbanyakan tanaman sagu
Teknologi perbanyakan tanaman sagu dapat dilakuan dengan metode generatif dan vegetatif. Secara generatif yaitu dengan menggunakan biji yang berasal dari buah yang sudah tua dan rontok dari pohonnya. Biji yang digunakan adalah biji yang berasal dari pohon induk yang baik, yang subur dan produksinya tinggi.
Perbanyakan tanaman sagu secara vegetatif dapat dilakukan dengan menggunakan bibit berupa anakan yang melekat pada pangkal batang induknya yang disebut dangkel atau abut (jangan yang berasal dari stolon).

D. Persemaian dan Pembibitan
D.1. Persyaratan Benih atau Bibit
Syarat bibit untuk pembibitan cara generatif adalah biji yang digunakan sudah tua, tidak cacat fisik, besarnya rata-rata dan bertunas. Syarat bibit untuk pembibitan cara vegetatif adalah berasal dari tunas atau anakan yang umurnya kurang dari 1 tahun, dengan diameter 10-13 cm dan berat 2-3 kg. Tinggi anakan +1 meter dan punya pucuk daun 3-4 lembar.

D.2. Penyiapan Benih atau Bibit
a). Cara generatif
Biji yang digunakan berasal dari buah yang sudah tua dan jatuh/rontok dari pohon induk yang baik, yaitu subur dan produksinya tinggi, tumbuh pada lahan yang wajar serta produksi klon rata-rata tinggi. Biji/buah yang diambil tersebut adalah buah yang tidak cacat fisik, besarnya rata-rata, dan bernas.


b). Cara Vegetatif
Pembiakan secara vegatatif dapat dilakukan dengan menggunakan bibit berupa anakan yang melekat pada pangkal batang induknya. Adapun cara pengadaan adalah sebagai berikut :
1. Pengambilan dengkel dipilih yang terletak di permukaan atas.
2. Pemotongan dilakukan di sisi kiri dan kanan sedalam 30 cm, tanpa membuang akar serabutnya.
3. Dangkel yang telah dipotong, dibersihkan dari daun-daun dan ditempatkan pada tempat yang mendapat cahaya matahari langsung dengan bagian permukaan belahan tepat pada tempat di mana cahaya matahari jatuh, selama 1 jam.
4. Luka bekas irisan dangkel yang msih tertanam segera dilumuri dengan zat penutup luka (seperti : TB-1982 atau Acid Free Coalteer) untuk mencegah hama dan penyakit.
5. Bibit sagu direndam dalam air aerobic selama 3-4 minggu. Setelah itu bibit ditanam.
6. Penyiapan dangkel sebaiknya dilakukan pada waktu menjelang sore hari, kemudian pada sore hari dangkel dikumpulkan dan pada waktu malam hari diangkut ke lahan, untuk menghindari kerusakan dangkel oleh cahaya matahari.

D.3. Teknik Penyemaian Benih
a) Cara generatif :
Secara generatif penyemaian benih tanaman sagu dapat dilakukan dengan cara perkecambahan tidak langsung, penyiapan media, penataan bibit dan pembibitan, sebagai berikut.
1. Perkecambahan tak langsung
 Penyiapan media : Wadah atau bak dari bata atau bambu berukuran tinggi 30-40 cm, panjang tidak lebih dari 2 meter dan lebar 1,2 – 1,5 cm. Selanjutnya sepertiga bagian bawah diisi pasir dan atasnya serbuk gergaji basah.
 Penataan Bibit : bibit ditata dengan jarak 10 x 10 cm; 10 x 15 cm; atau 15 x 15 cm dengan posisi miring atau tegak, bagian lembaga diletakkan di bawah, ¾ bagian bibit ditekan dalam serbuk gergaji. Kelembaban media dijaga antara 80-90%. Setelah umur 1-2 bulan dan sudah berdaun 2-3 lembar, bibit dipindah ke bedeng pembibitan.
2. Pembibitan (Perkecambahan tak langsung di media pembibitan)
 Penyiapan media : Tanah diolah sedalam 45-60 cm, digemburkan dan ditambah pupuk dasar. Ukuran bedeng tinggi 30 cm; lebar 1,25 m; dan panjang + 8-10 dengan jarak antar bedengan 30-50 cm.
 Pengaturan pembibitan tanpa penjarangan : Bibit ditanam dengan jarak 25 x 25cm sampai dengan 40 x 40 cm. Pengaturan pembibitan dengan penjarangan : Pada mulanya bibit ditanam dengan jarak rapat, yaitu 12,5 x 12,5 cm; 15 x 15 cm; atau 20 x 20 cm.

D.4. Pemeliharaan Penyemaian
Cara generatif dengan penjarangan :
a. Dilakukan setelah satu bulan, yaitu menjadi 25 x 25 cm; atau 40 x 40 cm.
b. Selama masa penyemaian kelembaban dipertahankan 80 – 90 %
c. Diberi naungan agar tidak kena cahaya matahari langsung.
d. Peyiraman dilakukan setiap saat.

D.5. Pemindahan Bibit
a). Cara generatif :
Bibit yang berumur 6 -12 bulan dapat dipindahkan atau ditanam. Cara pengangkatannya ke kebun atau tempat penanaman mudah dan murah.
b). Cara Vegetatif
Setelah diambil dapat langsung ditanam.





E. Pengolahan Media Tanam
1. Persiapan
Lahan dipilih yang sesuai dengan ketentuan. Menurut kebiasaan petani sagu Riau dan Maluku, penanaman sagu dilakukan pada awal musim hujan.
2. Pembukaan Lahan
Lahan dibersihkan dari semua vegetasi di bawah diameter 30 cm dekat permukaan tanah dan semua pohon yang tinggal. Vegetasi bawah dan ranting – ranting kecil tersebut dibakar dan abunya untuk pupuk. Pokok – pokok batang yang besar, yang sulit penggaliannya dapat ditinggalkan begitu saja di lahan, kecuali pokok – pokok yang berada pada calon baris tanaman harus dibersihkan.
3. Pembentukan bedengan
Dilakukan untuk penanaman dengan cara blok (biasanya dilakukan perusahaan perkebunan sagu). Adapun tata cara pembangunan blok adalah:
a) Ukuran blok 400 x 400 m, jadi satu blok luasnya 16 ha. Biasanya di tengah – tengah blok dibangun kanal tersier.
b) Kanal yang harus dibangun ada 3 macam, yaitu : kanal utama, kanal sekunder, dan kanal tersier.
c) Kanal utama adalah kanal yang digali tegak lurus terhadap sungai, dibangun di setiap dua blok kebun sagu, jaraknya dari kanal utama satu dengan yang lain adalah 800 m. Fungsinya sebagai pengaliran air dari sungai ke dalam blok – blok sagu, dan sebagai jalur transportasi utama dari kebun ke sungai dan sebaliknya, serta untuk penyanggah pengaruh air pasang. Kanal utama ini lebarnya 2,5 m.
d) Kanal sekunder adalah kanal yang digali tegak lurus terhadap kanal utama (melintang pada blok dan kanal utama). Kanal ini berfungsi sebagai pembatas antara empat blok sagu disebelahnya; sebagai jalur transportasi sagu dari kebun dan atau kanal tersier ke kanal utama. Lebar kanal sekunder adalah 2 m.
e) Kanal tersier adalah kanal yang digali pada pertengahan blok atau di antara dua blok atau melintangi di antara blok – blok yang saling berseberangan dan sebagai jalur transportasi dari kebun sagu bagian dalam, ke sungai atau kanal utama, atau ke kanal sekunder atau juga ke kanal tersier melintang dan sebaliknya. Lebar kanal tersier adalah 1,5 m.
f) Saluran drainase lebarnya 0,75 – 1,00 m.
4. Lain - lain
Menentukan sistem dan alat transportasi, karena lahan penanaman sagu didominasi oleh lahan yang berupa rawa dan lahan pantai yang sering dipengaruhi pasang surut. Lahan sebagian merupakan daerah berair, maka infrastruktur harus terdiri atas sistem kanal sebagai pengganti jalan darat.

F. Penanaman dan Penyulaman
1. Penentuan Pola tanam
Penanaman dengan sistem blok adalah jarak tanam atau jarak lubang antar bervariasi antara 8-10 meter, sehingga satu hektar hanya menampung + 150 buah. Jarak tanam yang dianggap ideal adalah :
a. Sagu Tuni 8 x 8 atau 9 x 9 m, hubungan segitiga sama sisi, sehingga 1 hektar akan memuat 143 tanaman.
b. Sagu Ihur 9 x 9 m, hubungan segitiga sama sisi, sehingga 1 hektar akan memuat 143 tanaman.
c. Sagu Molat 7 x 7, hubungan segi empat, sehingga 1 hektar akan memuat 2043 tanaman
d. Jika ketiga varietas ditanam secara bersama – sama, maka ditanam secara terpisah menurut blok.
2. Pembuatan Lubang tanam
Lubang tanam digali sebulan/selambat-lambatnya 1 minggu sebelum penanaman dengan ukuran lubang 30x30x30 cm. Hasil galian tanah bagian atas dipisahkan dari tanah lapisan bawah dan dibiarkan beberapa hari. Pada lubang tanaman itu ditempatkan pancang – pancang bambu, tiap lubang 2 pacang.
3. Cara Penanaman
Cara penanaman dilakukan dengan membenamkan dangkel ke dalam lubang tanaman. Bagian pangkal dangkel ditutup dengan tanah remah bercampur gambut. Tanah penutup jangan ditekan tapi dangkel jangan sampai bergerak. Tanah lapisan atas dimasukkan sampai separuh lubang apabila mungkin di campur puing – puing. Akar – akar dibenamkan pada tanah penutup lubang dan pangkalnya agak ditekan sedikit ke dalam tanah.

G. Penyiangan (pengendalian gulma)
Penyiangan dilakukan terhadap gulma dan dilakukan pada sagu muda (3 – 4 tahun), sebab rawan terhadap serangan hama. Gulma juga akan memperbesar peluang kebun dilanda kebakaran. Proses penyiangan dapat dilakukan dengan menggunakan tangan, sabit, parang, cangkul dan sebagainya. Hasil dari penyiangan dipendam/dikomposkan. Bila gulma mengandung hama/vektor dan kayu, dibakar dan abunya dijadikan pupuk.

H. Pengendalian Hama dan Penyakit
Pada tanaman sagu terdapat hama dan penyakit yang dapat mengurangi hasil panen. Beberapa jenis hama dan penyakit adalah sebagai berikut.
Hama
a. Kumbang (Oryctes rhinoceros sp.)
Gejala dari serangan hama ini adalah terdapat lubang pada pucuk daun bekas gerekan kumbang, setelah berkembang tampak terpotong seperti di gunting dalam bentuk segitiga. Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis dan bilogis. Pengendalian secara mekanis adalah dengan cara pohon – pohon sagu yang mendapat serangan ditebang dan dibakar. Pengendalian secara biologis dapat dengan menggunakan musuh alami.
b. Kumbang sagu (Rhynchophorus sp)
Ciri dari serangan hama ini adalah, serangan sekunder setelah kumbang oryctes biasanya meletakkan telur di luka bekas oryctes. Bila serangan terjadi pada titik tumbuh dapat menyebabkan kematian pohon. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara mekanik dan biologis.
c. Ulat daun Artona (Artona catoxantha, Hamps. Atau Brachartona catoxantha)
Ulat daun selain merusak daun pada sagu, juga menyerang pada daging buah, ulat daun ini menyerang jaringan dalam daun. Pengendalian pada ulat daun dapat dilakukan secara mekanik dan biologis.
d. Babi hutan
Binatang ini merusak sagu tingkat semai dan sapihan (umur 1-3 tahun), memakan umbut (pucuk batang yang masih muda). Pengendalian hama binatang ini adalah dengan cara memburu dan membunuhnya agar populasi terkendali.
e. Kera (Macaca irus)
Binatang ini mempunyai potensi untuk merusak bagian sagu muda dan selalu merusak lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Pengendalian untuk binatang ini sama dengan pengendalian binatang babi hutan.

Penyakit
Penyakit yang biasanya terdapat pada tanaman sagu adalah bercak kuning yang disebabkan oleh cendawan Cercospora. Gejala dari penyakit ini adalah daun berbercak – bercak coklat.

I. Pemupukan
Unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman sagu, antara lain kalsium, kalium dan magnesium. Pada hutan sagu liar, pemeliharaan tanaman berupa pemupukan jarang dilakukan. Berbeda dengan hutan budidaya sagu yang mengejar produktivitas yang optimal, maka akan dilakukan pemupukan. Beberapa jenis pupuk dan dosis pemupukan disajikan pada Tabel 65.
Pemupukan dilakukan dengan membenamkan pupuk dalam tanah, agar tidak terbawa air sebelum terabsorbsi oleh akar tanaman lahan yang berada di daerah rawa/dataran rendah dan pasang surut yang sering yang terjadi luapan air. Pemupukan dilaksanakan secara melingkar di sekeliling rumpun atau secara lokal di daun sisi rumpun pada jarak sejauh pertengahan antara ujung tajuk dengan pohon/rumpun sagu. Waktu pemupukan untuk tanaman sagu muda adalah sampai 1 tahun menjelang panen, pemupukan dilakukan 1-2 kali setahun. Pemupukan sekali setahun, dilakukan pada awal musim hujan. Sedangkan untuk pemupukan dua kali setahun dilakukan pada awal dan akhir musim hujan, masing – masing dengan ½ dosis.
Tabel 65. Dosis pupuk pada budidaya sagu (per pohon)
Umur Tanaman (tahun) Urea (g) Phosphat Alam (g) TSP (g) KCL (g) Kieserite (mg)
0 0 300 0 0 0
1 100 0 100 50 0
2 150 0 150 100 0
3 200 0 200 150 30
4 250 250 0 250 40
5 300 0 300 250 50
6 400 400 0 400 80
7 500 0 500 500 100
8 500 500 0 600 120
> 9 500 0 . 500 700 140

J. Panen
Ciri dan umur panen
Panen dapat dilakukan umur 6 -7 tahun, atau bila ujung batang mulai membengkak disusul keluarnya selubung bunga dan pelepah daun berwarna putih terutama pada bagian luarnya. Tinggi pohon 10 – 15 m, diameter 60 – 70 cm, tebal kulit luar 10 cm, dan tebal batang yang mengandung sagu 50 – 60 cm. Ciri pohon sagu siap panen pada umumnya dapat dilihat dari perubahan yang terjadi pada daun, duri, pucuk dan batang. Cara penentuan pohon sagu yang siap panen di Maluku adalah sebagai berikut :
a. Tingkat Wela/putus duri, yaitu suatu fase dimana sebagian duri pada pelepah daun telah lenyap. Kematangannya belum sempurna dan kandungan acinya masih rendah, tetapi dalam keadaan terpaksa pohon ini dapat di panen.
b. Tingkat Maputih, ditandai dengan menguningnya pelepah daun, duri yang terdapat pada pelepah daun hampir seluruhnya lenyap, kecuali pada bagian pangkal pelepah masih tertinggal sedikit. Daun muda yang terbentuk ukurannya semakin pandek dan kecil. Pada tingkat ini sagu jenis Metroxylon rumphii Martius sudah siap dipanen, karena kandungan acinya sangat tinggi.
c. Tingkat Maputih masa/masa jantung, yaitu fase dimana semua pelepah daun telah menguning dan kuncup bunga mulai muncul. Kandungan acinya telah padat mulai dari pangkal batang sampai ujung batang merupakan fase yang tepat untuk panen sagu ihur (Metroxylon sylvester Martius)
d. Tingkat siri buah, merupakan tingkat kematangan terakhir, di mana kuncup bunga sagu telah mekar dan bercabang menyerupai tanduk rusa dan buahnya mulai terbentuk. Fase ini merupakan saat yang paling tepat untuk memanen sagu jenis Metroxylon longisipium Martius
Cara Panen
Langkah-langkah pemanenan sagu adalah sebagai berikut :
a. Pembersihan untuk membuat jalan masuk ke rumpun dan pembersihan batang yang akan di potong untuk memudahkan penebangan dan pengangkutan hasil tebangan.
b. Sagu dipotong sedekat mungkin dengan akarnya. Pemotongan menggunakan kampak/mesin pemotong (gergaji mesin).
c. Batang dibersihkan dari pelepah dan sebagian ujung batangnya karena acinya rendah, sehingga tinggal gelondongan batang sagu sepanjang 6 – 15 meter. Gelondongan dipotong – potong menjadi 1-2 meter untuk memudahkan pengangkutan. Berat 1 gelondongan adalah + 120 kg dengan diameter 45 cm dan tebal kulit 3,1 cm.
Periode Panen dan Perkiraan Produksi
Pemanenan kedua dilakukan dengan jangka waktu + 2 tahun. Perkiraan produksi hasil yang paling mendekati kenyataan pada kondisi liar dengan produksi 40 – 60 batang/ha/tahun, jumlah empulur 1 ton/batang, kandungan aci sagu 18,5 %, dapat diperkirakan hasil per hektar per tahun adalah 7 – 11 ton aci sagu kering. Secara teoritis, dari satu batang pohon sagu dapat dihasilkan 100 -600 Kg aci sagu kering. Rendemen total untuk pengolahan yang ideal adalah 15%.

2. Teknik Produksi Bioethanol Sagu
Bagian terpenting dalam tanaman sagu adalah batang sagu karena merupakan tempat penyimpanan cadangan makanan (karbohidrat) yang dapat menghasilkan pati sagu. Tinggi batang sagu dewasa mencapai 10 m . Ukuran dari batang sagu dan kandungan patinya tergantung pada jenis sagu, umur dan habitatnya. Pada umur panen sekitar 11 tahun ke atas empulur sagu mengandung pati sekitar 15-20 persen. Setiap pohon sagu dapat menghasilkan tepung sagu berkisar antara 50-450 kg tepung sagu basah.
Kandungan pati maksimal terjadi pada waktu sagu sebelum berbunga. Munculnya primordia bunga biasanya menunjukkan kandungan pati menurun. Kandungan pati menurun karena digunakan sebagai energi untuk pembentukan bunga dan buah. Setelah pembungaan dan pembentukan buah, batang akan menjadi kosong dan tanaman sagu mati. Keadaan tersebut mempermudah petani dalam mengetahui kandungan pati sagu secara maksimal.
Sagu merupakan salah satu sumber karbohidrat potensial disamping beras, khususnya bagi sebagian besar masyarakat di kawasan Timur Indonesia seperti Irian Jaya dan Maluku. Beberapa produk olahan dari pati sagu antara lain papeda, soun, dan ongol-ongol. Diperkirakan hampir 90% areal sagu Indonesia berada di Irian Jaya dan saat ini arealnya menyusut akibat esksploitasi yang berlebihan. Sistem pengolahan sagu di Indonesia masih sangat rendah yang ditandai dengan kapasitas dan produktivitas pengolahan yang masih rendah.
Di pasaran internasional tepung sagu digunakan sebagai bahan substitusi tepung terigu untuk pembuatan biskuit, mie, sirup berkadar fruktosa tinggi, industri perekat, dan industri farmasi. Pemanfaatan dan nilai tambah sagu pada tingkat petani masih sangat sederhana. Hal ini karena sebagian besar tujuan pengolahan sagu hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Cara sederhana tersebut menghasilkan rendemen yang rendah dan kurang efisien.
Sagu memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak, kalsium, dan zat besi yang tinggi. Dengan kandungan tersebut, sagu berpotensi dijadikan sebagai bahan baku sirup glukosa yang dapat meningkatkan nilai tambah sagu. Pati sagu mengandung 27% amilosa dan 73% amilopektin. Perbandingan komposisi kadar amilosa dan amilopektin akan mempengaruhi sifat pati. Semakin tinggi kadar amilosa maka pati bersifat kurang kering, kurang lekat dan mudah menyerap air (higroskopis).
Pati sagu memiliki granula yang berbentuk elips agak terpotong dengan ukuran granula sebesar 20-60 m dan suhu gelatinisasinya berkisar 60-72oC. Sedangkan menurut Wirakartakusumah et al., (1986) suhu gelatinisasi pati sekitar 72-90oC.

A. Hidrolisis Pati
Sebagai bahan baku bioetanol, pati sagu akan dihidrolisis untuk mendapatkan glukosa, kemudian dilakukan fermentasi untuk mendapatkan bioetanol. Hidrolisis pati sagu akan menghasilkan hidrolisat pati yang merupakan cairan kental dengan komponen utamanya glukosa. Hidrolisis pati menjadi glukosa dapat dilakukan dengan bantuan asam atau enzim pada waktu, suhu dan pH tertentu. Berbagai cara hidrolisis pati telah banyak dikembangkan diantaranya yaitu hidrolisis asam, hidrolisis enzim dan kombinasi asam dan enzim.
Hidrolisis pati menggunakan asam memiliki diagram proses yang sederhana, namun memerlukan persyaratan peralatan yang rumit (tahan panas, tekanan tinggi). Berbeda dengan hidrolisis enzimatis, selain kondisi proses yang tidak ekstrim, pemakaian enzim dapat menghasilkan rendemen dan mutu larutan glukosa yang lebih tinggi dibandingkan hidrolisis secara asam. Pada hidrolisis secara enzimatis ikatan pati dipotong sesuai dengan jenis enzim yang digunakan, sedangkan apabila menggunakan asam pemotongan dilakukan secara acak.
Pada proses hidrolisis pati sagu terdapat tiga tahapan dalam mengkonversi pati yaitu tahap gelatinisasi, likuifikasi dan sakarifikasi. Tahap gelatinisasi merupakan pembentukan suspensi kental dari granula pati, tahap likuifikasi yaitu proses hidrolisis pati parsial yang ditandai dengan menurunnya viskositas dan sakarifikasi yaitu proses lebih lanjut dari hidrolisis untuk menghasilkan glukosa.
Pada tahap likuifikasi terjadi pemecahan ikatan -1,4 glikosidik oleh enzim -amilase pada bagian dalam rantai polisakarida secara acak sehingga dihasilkan glukosa, maltosa, maltodekstrin dan -limit dekstrin. Enzim. -amilase merupakan enzim yang menghidrolisis secara khas melalui bagian dalam dengan memproduksi oligosakarida dari konfigurasi alfa yang memutus ikatan -(1,4) glikosidik pada amilosa, amilopektin, dan glikogen. Ikatan -(1,6) glikosidik tidak dapat diputus oleh -amilase, tetapi dapat dibuat menjadi cabang-cabang yang lebih pendek (Nikolov dan Reilly, 1991). Enzim -amilase umumnya diisolasi dari Bacillus amyloquefaciens, B. licheniformis, Aspergillus oryzae, dan A. niger. pH optimum untuk enzim ini sekitar 6 dengan suhu optimum 60oC. Jika suhu semakin ditingkatkan maka pH optimum pun semakin meningkat sampai sekitar tujuh.
Pada likuifikasi pati biasanya -amilase yang digunakan adalah yang memiliki aktivitas tinggi, sehingga dosis enzim yang digunakan sekitar 0,5-0,6 kg/ton pati atau 1500 U/kg substrat kering. Enzim -amilase komersial dibuat oleh Novo Industri A/S antara lain dengan nama Termamyl yang memiliki ketahanan terhadap suhu sekitar 95-110oC. Stabilitas Termamyl tergantung pada suhu, konsentrasi Ca2+, kandungan ion dan ekuivalen dekstrosa. Dosis -amilase yang biasa digunakan antara 0.5 sampai 0.6 kg Termamyl 102 L per ton pati kering. Satu kNU (kilo Novo -amilase Unit) adalah jumlah enzim yang dapat menghidrolisis 5,26 pati (gram standar) per jam suhu 37oC, pH 5,6 pada kondisi standar.
Setelah terjadi likuifikasi, selanjutnya bahan akan mengalami proses sakarafikasi oleh enzim amiloglukosidase. Amiloglukosidase merupakan eksoenzim yang terutama memecah ikatan -(1,4) dengan melepaskan unit-unit glukosa dari ujung non reduksi molekul amilosa dan amilopektin untuk memproduksi -D-Glukosa. Nama trivial yang sering digunakan pada enzim ini adalah amiloglukosidase (AMG), glukoamilase, dan gamma-amilase (Kulp, 1975). Amiloglukosidase ditemukan pada tahun 1950-an dan digunakan secara luas pada teknologi bioproses pati dan industri makanan. Kegunaan yang luas dan spesifik menyebabkan amiloglukosidase digunakan pada produksi gula cair.
Amiloglukosidase diproduksi dalam jumlah besar dari kapang dan khamir, tetapi hanya Aspergillus dan Rhizopus yang digunakan secara komersial. Suhu optimum untuk enzim amiloglukosidase berkisar 40-60oC dengan pH optimum 3-8.
Amiloglukosidase yang umumnya digunakan pada tahap likuifikasi berasal dari Aspergillus niger. Pada kondisi yang sesuai, enzim amiloglukosidase ditambahkan dengan dosis berkisar 1,65-0,80 liter enzim per ton pati dengan dosis sebesar 200 U/kg pati (Chaplin dan Buckle, 1990). Amiloglukosidae yang berasal dari Novo yaitu AMG tersedia dalam bentuk cair dengan aktivitas 200, 300 atau 4000 AGU g-1. Satu AGU (Amiloglukosidase Unit) adalah jumlah enzim yang menghidrolisis 1 mol maltosa per menit pada suhu 25oC dan kondisi standar.

B. Fermentasi Etanol
Hasil hidrolisis pati selanjutnya difermentasi dengan bantuan mikroorganisme. Mikroorganisme yang dipakai dalam fermentasi etanol adalah khamir. Khamir yang biasa digunakan untuk menghasilkan etanol adalah Saccharomyces cerviseae. Saccharomyces cerviseae sering dipakai pada fermentasi etanol karena menghasilkan etanol yang tinggi, toleran terhadap kadar etanol yang tinggi, mampu hidup pada temperatur tinggi, tetap stabil selama kondisi fermentasi dan dapat bertahan hidup pada pH rendah.
Saccharomyces cerviseae bisa didapatkan dalam bentuk kultur murni maupun terkandung dalam ragi. Saccharomyces cerviseae bisa diproduksi menjadi ragi, baik untuk pembuatan roti (roti (baker’s yeast) ataupun pada pembuatan minuman beralkohol (brewing yeast dan wine yeast). Dalam pembuatan ragi digunakan strain Saccharomyces cerviseae yang berbeda. Strain Saccharomyces cerviseae yang berbeda memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda. Pada pembuatan ragi roti digunakan Saccharomyces cerviseae yang memiliki sifat antara lain menghasilkan karbondioksida yang tinggi serta mampu memberikan tekstur dan rasa yang baik. Sementara Saccharomyces cerviseae yang digunakan untuk produksi alkohol memiliki sifat antara lain mampu menghasilkan etanol yang tinggi.
Ragi roti mengandung sel hidup (viable cell) Saccharomyces cerviseae yang mengalami asimilasi sel karena terdapat dalam kondisi aerobik (Retledge, 2001). Ragi roti biasanya berbentuk kering dengan berat kering 95% atau bentuk basah dengan berat kering 25-29%. Ragi roti biasanya digunakan sebagai zat pegembang adonan dan untuk memberikan tekstur serta rasa yang khas pada roti. Sementara itu ragi pada minuman beralkohol (brewing yeast dan wine yeast) digunakan sebagai inokulum pada pembuatan minuman beralkohol. Ragi yang paling banyak digunakan dan tersedia banyak di pasaran adalah ragi roti. Strain Saccharomyces cerviseae yang digunakan berbeda antara ragi roti dan ragi untuk industri alkohol.
Khamir memerlukan medium dan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembang biakannya. Unsur-unsur dasar yang dibutuhkan adalah karbon, hidrogen, oksigen, fosfor, zat besi dan magnesium. Unsur karbon banyak diperoleh dari dari gula, sumber nitrogen didapatkan dari amonia, asam amino, peptida, pepton, nitrat atau urea tergantung pada jenis khamir. Fosfor merupakan unsur penting dalam kehidupan khamir terutama dari pembentukan alkohol dari gula.
Pada permulaan proses fermentasi, khamir memerlukan oksigen untuk pertumbuhannya sehingga fermentasi terjadi secara aerob. Setelah terbentuk CO2, reaksi akan berubah menjadi anaerob. Alkohol yang terbentuk akan menghalangi fermentasi lebih lanjut setelah tercapai konsentrasi antara 13-15% volume. Konsentrasi alkohol akan menghalangi fermentasi tergantung pada temperatur dan jenis khamir yang digunakan.
Khamir tumbuh terbaik pada kondisi aerobik, walaupun demikian beberapa khamir dapat tumbuh pada kondisi anaerobik. Proses respirasi pada kondisi aerobik digantikan proses fermentasi pada proses anaerobik. Khamir akan selalu berespirasi pada setiap keadaan yang memungkinkan karena energi yang dihasilkan pada respirasi jauh lebih besar dibandingkan energi yang dihasilkan pada fermentasi (Barnett et al., 2000). Bila terdapat udara pada proses fermentasi maka etanol yang dihasilkan lebih sedikit karena terdapat proses respirasi sehingga terjadi konversi gula menjadi karbondioksida dan air.
Suhu optimum pertumbuhan khamir adalah pada suhu 25o-30oC dan maksimum pada 35oC-47oC. Sedangkan pH optimum adalah 4-5. Batas minimal aw untuk khamir biasa adalah 0,88-0,94 sedangkan untuk khamir osmofilik dapat tumbuh pada aw yang lebih rendah yaitu sekitar 0,32-0,65. Namun demikian banyak juga khamir osmofilik yang pertumbuhannya terhenti pada aw 0,78 seperti pada larutan garam ataupun sirup (Frazier dan Westhoff, 1978).
Menurut Casida (1968) pH pertumbuhan khamir yang baik adalah rentang antara 3-6. Perubahan pH dapat mempengaruhi pembentukan hasil samping fermentasi. pH pertumbuhan berhubungan positif dengan pembentukan asam piruvat. Pada pH tinggi maka lag fase akan berkurang dan aktifitas fermentasi akan naik. Pengaruh pH pada pertumbuhan khamir juga tergantung pada konsentrasi gula dan etanol. Untuk menurunkan pH dapat digunakan asam sitrat sedangkan untuk menaikkan pH dapat digunakan natrium benzoat.
Amerine dan Cruess (1960) menyatakan bahwa proses pemecahan gula menjadi etanol dan CO2 dihasilkan oleh sel khamir. Enzim yang berperan dalam pembuatan etanol dari glukosa adalah heksosinase, fospoheksoisomerase, fosfofruktokinase, aldose, triosefospate isomerase, gliseraldehid 3 fosfat dehydrogenase, phosphoglycerokinase, piruvat karboksilase dan alkohol dehidrogenase.
Secara teoritis konversi molekul gula menjadi 2 molekul etanol dan 2 molekul CO2 menururt persamaan Gay Lussac:

C6H12O6 2 C2H5OH + 2 CO2
(gula) (etanol) (karbondioksida)

Dari persamaan di atas dapat dijelaskan bahwa 51,1% gula diubah menjadi etanol dan 49,9% diubah menjadi karbondioksida. Akan tetapi hasil ini kebanyakan tidak dapat dicapai karena adanya hasil sampingan. Pada kenyataannya hanya 90-95% dari nilai ini yang dapat dicapai. Konsentrasi alkohol yang dihasilkan dalam fermentasi tergantung pada jenis khamir yang dipakai dan kadar gula. Sedangkan konsentrasi produk samping dipengaruhi oleh temperatur, aerasi, kadar gula dan keasaman (Underkofler dan Hickey, 1954).
Penambahan inokulum khamir dapat dilakukan dengan berbagai bentuk diantaranya dalam bentuk suspensi atau dalam bentuk kering. Banyaknya khamir yang ditambahkan dalam fermentasi skala besar sekitar 1-3 % (Prescott dan Dunn, 1959). Menurut Undekofler dan Hickey (1954) paling sedikit penambahan starter aktif pada pembuatan anggur adalah sekitar 1% kalau substrat yang digunakan bersih dan bebas dari khamir yang tidak diinginkan.



Produksi Bioetanol Sagu
Berikut adalah diagram alir untuk produksi bioetanol dari pati sagu

























Gambar 53. Diagram Alir Proses Produksi Etanol


































Gambar 54. Diagram Alir Proses hidrolisis pati sagu














































Gambar 55. Diagram Alir Fermentasi hidrolisat pati sagu
















3. Analisis Ekonomi Investasi Bioenergi dari Sagu
A. Analisis finansial budidaya sagu
Budidaya sagu yang dilengkapi dengan unit pengolahan pati sagu menggunakan beberapa asumsi sebagai berikut.
• Luas lahan budidaya adalah 96 ha, yang terbagi dalam 6 blok tanam, masing-masing 16 ha.
• Populasi kebun 143 pohon/ha
• Jumlah bibit cadangan 30% dari total kebutuhan bibit
• Sagu mulai dipanen pada tahun ke 6, rotasi pemanenan 2 tahun dan berproduksi hingga tahun ke 25.
• Biaya tenaga kerja per hari Rp.20.000,-, atau Rp.600.000,- perbulan.
• Kebutuhan bibit siap tanam 13.728 bibit
• Produktivitas lahan adalah 50 batang sagu/ha/tahun setara dengan 10 ton sagu/ha/tahun.
• Harga jual pati sagu Rp.2.200,-/kg.

BIAYA
Pendirian kebun budidaya sagu seluas 96 ha memerlukan biaya investasi dan biaya operasional yang dikeluarkan selama umur proyek (25 tahun). Biaya investasi terdiri dari biaya pembelian peralatan, dan biaya pengadaan sarana penunjang antara lain lahan, bangunan, unit pengolahan sagu, peralatan kantor serta sarana transportasi. Biaya sarana penunjang yang dikeluarkan adalah Rp. 5,729,350,000,- sedangkan biaya pembelian peralatan adalah Rp. 76,470,000,-. Investasi untuk peralatan dilakukan setiap tahun dengan nilai investasi yang berbeda-beda. Komponen biaya investasi pendirian kebun budidaya kelapa sawit 6.000 ha untuk tahun pertama disajikan pada Tabel 66. Secara rinci, biaya investasi pendirian kebun dan unit pengolahan sagu disajikan pada Lampiran 20.





Tabel 66. Kebutuhan investasi kebun budidaya 96 ha
Uraian Investasi Total Biaya (Rp)
A Fasilitas penunjang
1. Kantor dan unit pengolahan 5,300,000,000
2. Kendaraan, infrastruktur kebun 412,500,000
3. Fasilitas penunjang kantor 16,850,000

B Peralatan budidaya 76,470,000
Total Investasi 5,805,820,000

Biaya operasional untuk penanaman dan persiapan lahan adalah sebesar Rp. 134,182,320,- untuk biaya tenaga kerja dan Rp. 33,600,653,- untuk pembelian bahan. Rincian biaya operasional tersebut disajikan pada Tabel 67.
Tabel 67 . Rincian biaya operasional pendirian hutan budidaya sagu
Tenaga Kerja Jumlah Satuan Harga/satuan Total
I Persiapan Lahan
1 Pembersihan lahan 1440 HOK 20,000 28,800,000
2 Pengolahan tanah 1440 HOK 20,000 28,800,000
3 Pemancangan bambu 576 HOK 20,000 11,520,000
4 Pembuatan lubang tanam 1440 HOK 20,000 28,800,000

II Persemaian dan Pembibitan
1 Pengolahan tanah dan pembuatan bedengan 23 HOK 20,000 450,000
2 Penanaman bibit 45 HOK 20,000 892,320
3 Pemeliharaan 18 HOK 20,000 360,000

III Penanaman
2 Pemberian pupuk 768 HOK 20,000 15,360,000
3 Penanaman 960 HOK 20,000 19,200,000
Total Biaya TK 134,182,320

BAHAN
1 Bambu 27,456 buah 300 8,236,800
2 Pupuk pd pembibitan
Urea 178.464 kg 1,400 249,850
SP-36 178.464 kg 1,600 285,542
KCL 178.464 kg 2,200 392,621
3 Pemupukan pd penanaman
Urea 0 kg 2,600 0
PA/SP-36 4118.4 kg 1,600 6,589,440
TSP 0 kg 1,800 0
KCl 0 kg 3,500 0
Kieserite 0 1,200 0
4 Pestisida 384 l 50,000 19,200,000
5 Bibit sagu 17,846 buah 1,000 17,846,400
Total Biaya Bahan 52,800,653

Pada tahun ke-6 , biaya tenaga kerja bertambah dengan adanya biaya untuk panen dan pengolahan pati sagu begitu juga adanya penambahan biaya operasional untuk pengolahan berupa listrik air dan bahan bakar. Biaya operasional untuk tahun pertama dan seterusnya secara lengkap disajikan pada Lampiran 21.

PENDAPATAN
Pendapatan kebun dan unit pengolahan sagu dihasilkan dari penjualan pati sagu. Dengan asumsi harga pati Rp. 2.200.000,- per ton dan produktivitas lahan 10 ton pati sagu/ha/tahun maka perusahaan akan mendapatkan pemasukan sebesar Rp. 2,112,000,000,- yang diperoleh setiap dua tahun sekali.

PROYEKSI ARUS KAS DAN KRITERIA KELAYAKAN USAHA
Kelayakan usaha budidaya sagu dianalisis menggunakan proyeksi arus kas dan perhitungan kriteria kelayakan yang terdiri dari NPV, IRR, Net B/C serta PBP. Usaha dikatakan layak jika dapat memenuhi kewajiban finansial serta dapat mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Proyeksi arus kas secara lengkap disajikan pada Lampiran 22, adapun hasil perhitungan kriteria kelayakan disajikan pada Tabel 68.
Tabel 68. Kriteria kelayakan usaha budidaya dan pengolahan sagu
Kriteria investasi Nilai
NPV 143,201,144.82
IRR 20%
B/C Ratio 1.421587641

Dari perhitungan kriteria tersebut, terlihat bahwa usaha pendirian kebun budidaya kelapa sawit layak dilakukan dan menguntungkan secara finansial. Dengan umur proyek 25 tahun, nilai NPV adalah positif, nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga bank (20% > 15%) dan B/C ratio lebih besar dari 1.







B. Analisis Finansial Bioetanol Sagu
1. Asumsi perhitungan
Dalam perhitungan analisis finansial bioetanol sagu digunakan beberapa asumsi yaitu umur ekonomi proyek 20 tahun, kapasitas produksi 33 ribu KL/tahun serta beberapa parameter lainnya yang disajikan pada Tabel 69.
Tabel 69. Asumsi perhitungan finansial industri bioetanol sagu
Asumsi Satuan Nilai
1 Kapasitas produksi
bioetanol kilo liters/tahun 33,000
2 Pembiayaan
Debt Equity Ratio 65% 35%
Bunga
- Investasi p.a. 10%
- Modal kerja p.a. 10%
Pengembalian
- investasi tahun 5
- Modal kerja tahun 2
Depresiasi tahun(straight line) 12
3 UTILITIES
Uap panas Rp/Ton 80,000.00
Air Rp/M3 285.00
Listrik Rp/KWh 570.00
4 Bahan baku
Sagu Rp/Ton 2,000,000
Total kebutuhan Ton/ hari 183.33
Faktor konversi % 60%
5 Bahan kimia dan bahan tambahan
Asam sulfat Rp/Kg 2,450.00
Asam phospat Rp/Kg 5,250.00
NaOH Rp/Kg 1,750.00
Amonia cair Rp/Kg 4,375.00
Anti busa Rp/Kg 21,000.00
Alfa Amylase Rp/Kg 70,000.00
Gluco Amylase Rp/Kg 87,500.00
Urea Rp/Kg 2,600.00
6 Lain-lain
Tenaga kerja Rp/TOK 54,000,000 88
Pemeliharaan equip. cost/year 2%
Administrasi perusahaan dr biaya TK 60%
Asuransi equip. cost/year 0.7%
Pemasaran dr penjualan 0.5%
Laboratorium dan R&D dr penjualan 0.5%
7 Harga Jual
Bioetanol Rp/KL 5,500,000
8 Hari kerja/tahun hari 300




2. Investasi
Biaya investasi untuk pendirian pabrik bioetanol sagu terdiri dari biaya proyek, dan modal kerja. Biaya proyek merupakan seluruh modal awal yang diperlukan untuk pengadaan tanah, bangunan dan peralatan juga biaya IDC (Interest during construction). IDC adalah biaya bunga yang dihasilkan selama pendirian pabrik (perhitungan disajikan pada Lampiran 23). Sedangkan modal kerja adalah modal yang dikeluarkan untuk keperluan pengadaan bahan baku, bahan pembantu, tenaga kerja dan biaya operasional untuk menjalankan usaha.
Total investasi yang diperlukan sebesar Rp. 188,793,307,153,- dimana modal tersebut diperoleh dari pinjaman dan modal sendiri dengan Debt Equity Ratio (65:35). Rincian biaya investasi disajikan pada Tabel 70.
Tabel 70. Investasi pendirian pabrik bioetanol sagu
1 Investasi tetap OSBL ISBL TOTAL
Pengeluaran pra proyek 950,000,000 950,000,000
Boiler 9,120,000,000 9,120,000,000
Pengolahan air limbah, Cooling System & WTP 33,250,000,000 33,250,000,000
Utilitas 9,927,500,000 9,927,500,000
Tangki 14,250,000,000 14,250,000,000
Biaya tambahan, Infrastruktur 9,053,500,000 9,053,500,000
Pengeluaran team proyek 4,750,000,000 4,750,000,000
Pabrik 71,250,000,000 71,250,000,000
Pajak 0
Biaya proyek 81,301,000,000 71,250,000,000 152,551,000,000

2 IDC 10,788,406,720
Total biaya proyek 163,339,406,720

3 Modal kerja 14,665,493,713

Total Investasi 188,793,307,153

Modal kerja terdiri dari biaya variabel yang jumlahnya tergantung pada jumlah bioetanol yang dihasilkan dan biaya tetap yang nilainya tidak dipengaruhi oleh kapasitas produksi. Modal kerja yang digunakan adalah modal kerja tertinggi yaitu pada saat pabrik telah beroperasi maksimal (100%) yaitu sebesar Rp. 14,665,493,713,-, yang merupakan biaya operasional bahan baku selama 30 hari dan inventory 15 hari. Rincian perhitungan modal kerja disajikan pada Lampiran 24.
Biaya variabel terdiri dari biaya bahan baku dan bahan tambahan, utilitas dan konsumsi serta transportasi produk. Rincian biaya operasional dengan kapasitas pabrik maksimal (100%) disajikan pada Tabel 71.
Tabel 71. Biaya operasional pabrik bioetanol sagu kapasitas 110 KL/hari
DESKRIPSI Konsumsi Satuan Harga Total
BIAYA VARIABEL
Biaya Bahan Baku
Singkong 1.67 mt/kl product 2,000,000 110,000,000,000
SUB TOTAL 110,000,000,000

Bahan Kimia Dan Tambahan
Asam sulfat 3.12 kg/kl product 2,450.00 252,252,000
NaOH 50% 1.08 kg/kl product 1,750.00 62,370,000
Ammonia cair 30% 12.25 kg/kl product 4,375.00 1,768,593,750
Urea 5.18 kg/kl product 2,600.00 444,444,000
Alpha Ammylase 0.91 kg/kl product 70,000.00 2,102,100,000
Gluco Ammylase 1.1 kg/kl product 87,500.00 3,176,250,000
SUB TOTAL 7,806,009,750

Biaya Utilitas

Steam 2.1 Ton/kl product 80,000.00 5,544,000,000
Air 2.5 m3/kl product 285.00 23,512,500
Listrik 165 KWh/kl product 570.00 3,103,650,000
SUB TOTAL 8,671,162,500

TOTAL VARIABLE COST 126,477,172,250

BIAYA TETAP
Tenaga kerja 88 person 54,000,000 4,752,000,000
Pemeliharaan 2% equip. cost/year 3,051,020,000
Asuransi 0.7% equip. cost/year 1,067,857,000
Pemasaran 0.5% Sales 907,500,000
Biaya penunjang dan administrasi 60% of Manpower cost 2,851,200,000
Laboratorium dan R&D 0.5% of sales 907,500,000
Depresiasi 12 year (straight line) 10,295,625,000
Bunga Rp/Year 6,596,793,403

TOTAL BIAYA TETAP 30,429,495,403
TOTAL BIAYA PRODUKSI 156,906,667,653

Produksi dan Pendapatan Usaha
Dengan kapasitas produksi 110 KL bioetanol per hari, dan harga jual Rp.5.500,- per liter maka akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 605.000.000,- per hari atau Rp. 15,125,000,000,-. Secara lengkap produksi dan pendapatan usaha bioetanol sagu disajikan pada Lampiran 25.

Arus kas dan kriteria kelayakan usaha
Kelayakan industri bioetanol berbahan baku sagu dianalisis menggunakan proyeksi arus kas dan perhitungan kriteria kelayakan yang terdiri dari NPV dan IRR. Usaha dikatakan layak jika dapat memenuhi kewajiban finansial serta dapat mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Proyeksi arus kas secara lengkap disajikan pada Lampiran 26. Adapun hasil perhitungan kriteria kelayakan disajikan pada Tabel 72.
Tabel 72. Kriteria Investasi industri bioetanol sagu
Kriteria Investasi Nilai
IRR 15.38%
NPV 71,242,631,102

Dari perhitungan kriteria tersebut, terlihat bahwa usaha pendirian industri bioetanol sagu layak dilakukan dan menguntungkan secara finansial. Dengan umur proyek 20 tahun, nilai NPV positif dan IRR lebih besar dari tingkat suku bunga bank (15.38% > 10%).











03 Mei 2010

Rahasia sodakoh

Nabi Muhammad SAW sangat gemar bershodaqoh sampai seluruh penghasilannya total dipergunakan untuk shodaqoh begitu pula dengan sahabat Abu Bakar, sahabat Umar, sahabat Usman, sahabat Ali, sahabat Abdur rahman Bin Auf dan seterusnya, mereka merelakan hampir semua kekayaannya untuk bershodaqoh. Ada rahasia apa dibalik shodaqoh dan mengapa mereka semua sangat mengutamakan shodaqoh?

Keajaiban Dan Keutamaan Shodaqoh
Banyak hadist yang mengatakan :"Shodaqoh itu ajaib, shodaqoh itu ajaib" mengapa dikatakan ajaib? karena hal luar biasa yang bisa dicapai dengan shodaqoh, sebagimana di informasikan oleh Al Qur-an maupun hadist Nabi , diantaranya :
1. Shodaqoh bisa mendatangkan keberuntungan dan kemudahan di dunia maupun di akhirat (Qs. At Taghobun : 16 dan Al Lail : 5-6)
2. Shodaqoh sama hal nya memberikan pinjaman kepada Allah dan pasti Allah akan mengembalikannya dengan berlipat ganda (Qs. Albaqoroh : 245, 261, al hadid : 18, At taghobun : 17)
3. Shodaqoh bisa menjadi penghalang atau hijab dari neraka, dari Abu Sa'id Al-Khudri R.A, dia berkata :"Rasululloh SAW keluar ke tanah lapang pada hari Raya Qurban atau Fitri, kemudian selesai melaksanakan sholat beliau berkhutbah " Wahai sekalian manusia bershodaqohlah kalian" lalu beliau melewati kaum wanita seraya bersabda "Wahai kaum wanita bershodaqohlah kalian karena saya melihat kebanyakan penghuni neraka adalah dari kalian"
4. Dengan shodaqoh bisa menjadi sarana untuk membersihkan harta dan menyucikan hati. Allah SWT berfirman "Ambillah shodaqoh (zakat) dari sebagian harta mereka, dengan shodaqoh (zakat) itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
5. Dido'akan oleh Malaikat. Dari Abu Huraoiroh R.A, beliau mengatakan, bahwa Nabi SAW bersabda "Tiada satu hari yang dilewati oleh hamba-hamba Alloh kecuali ada dua Malaikat yang turun, salah satunya berdo'a "Ya Allah berikanlah ganti kepada seorang yang dermawan" dan yang satunya lagi berdo'a, "Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang yang kikir." (muttafaqun 'Alaihi)
6. Tidak akan berkurang harta yang dishodaqohkan,malahan Allah akan menyuburkannya (melipat gandakannya) Qs. Al baqoroh : 276. Bersabda Rasululloh SAW "Shodaqoh tiada akan mengurangi harta" (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Kuzaimah)
7. Shodaqoh walau sekecil apapun, nilainya tetap besarbagi Allah. Dari Asma' R.A, : saya berkata kepada Rasululloh SAW "Ya Rasululloh saya tidak memiliki harta kecuali apa yang diberikan suamiku Zubairkepadaku, "Bershodaqohlah dan janganlah engkau terlalu memperhatikannya (memperhatikan kuantitanya), sebab Allah tetap memberikan perhatian-Nya kepadamu." (HR. Al-Bukhori dan Ibnu Hibban).
8. Shodaqoh bisa menghindarkan kita dari musibah. Dari Ali R.A, Rasululloh SAW bersabda “Segeralah shodaqoh, sesungguhnya musibah tidak akan dapat melintasi shodaqoh.: (Razin, Misykat)
9. Shodaqoh bisa menjadi naungan pada hari kiamat. Yazid Bin Habib menceritakan bahwa Abu Khoir bercerita bahwa sesungguhnya dia pernah mendengar Uqbah Bin Amir R.A berkata, saya mendengar Rasululloh SAW bersabda “ setiap orang akan berada di bawah naungan shodaqohnya (pada hari Kiamat), sehingga diputuskan perkara terhadap manusia atau ditegakkan hukum diantara manusia,”
10. Shodaqoh dapat menolak kemtian yang buruk. Sabda Rasululloh SAW “Shodaqoh itu dapat menolak kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6:255, hadits ke 2)
11. Shodaqoh termasuk berjihad dengan harta dan pelakunya akan mendapatkan dereajat yang tinggi disisi Allah Swt dan termasuk orang-orang yang menang. Qs. At Taubat:20
12. Shodaqoh merupakan karakter orang-orang yang bertaqwa dan orang yang Ihsan (Muhsin), Qs. Ali Imron : 133-134
13. Shodaqoh merupakan ciri khas orang yang beriman, dan akan mendapatkan ampunan. Qs. Al Anfal : 2-4
14. Shodaqoh dapat meredam murka Allah ssekaligus menghantarkan seseorang untuk memperoleh Husnul Khotimah. (hadist dari Anas Bin Malik R.A diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)
Dan masih banyak lagi ayat-ayat Al Qur’an dan hadits yang menjelaskan keajaiban shodaqoh.

Shodaqoh Yang Paling Utama
Mengenai kondisi orang yang mengeluarkan shodaqoh, yang paling utama adalah :
1. Shodaqoh dalam kondisi sehat. Sebagaimana diterangkan dalam hadits Nabi SAW :”Shodaqoh yang paling utama adalah engkau bershodaqoh dalam keadaan sehat dan bugar, ketika engkau menginginkan kekayaan melimpah dan takut fakir. Maka jangan kau tunda sehingga ketika ruhsampai tenggorokan baru kau katakan,”Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian.”(HR. Al-Bukhori dan Muslim)
2. Shodaqoh dengan kemampuan maksimal, berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW : “Shodaqoh yang paling utama adalah (infak) maksimal orang yang tak punya. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu.” (HR.Abu Dawud)
3. Tidak menyebut-nyebut atau menyakiti perasaan si penerima, sebagaimana diterangkan dalm Al-Qur’an surat Al Baqoroh ayat 264, “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’kepada manusia dan Dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadikan Dia bersih (tidak bertanah), mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Orang kaya kah kita?

Apakah Anda orang kaya atau miskin? Bagaimana cara mengukur diri Anda, masuk kategori orang kaya atau miskin? Gampang. Berikut ini adalah indikasi2 yg bisa membuktikan bahwa Anda adalah orang kaya. Jika Anda tidak merasa memiliki indikasi di bawah ini, berarti Anda masih hidup dalam taraf kemiskinan :

1. ORANG KAYA BISA MEMBERI :
Seseorang bisa dikatakan kaya kalo sudah bisa memberi. Mengapa? Logikanya gini : orang kaya hartanya sudah terlalu banyak dan dia sering bingung harus taruh di mana. Daripada mubazir, tercecer2, rusak dimakan tikus, atau bahkan dicuri orang, mending berikan saja pada orang yg membutuhkan. Nilainya tidak masalah. Mau kasih orang Rp 100 perak atau Rp 100 ribu. Pokoknya siapapun yg bisa memberi, dia SUDAH PASTI ORANG KAYA.

2. ORANG KAYA TIDAK REWEL :
Kembalian dari toko kurang Rp 50 perak? Pelayan di restoran jorok? Pakaian pramusaji gak rapi? So what? Pada dasarnya, ketika Anda membeli sesuatu, pergi ke restoran, ke hotel, atau ke mana pun, dan ada orang yg "melayani" Anda, logikanya orang itu punya posisi di bawah Anda (namanya juga pelayan....) . Jadi sangat gak wajar kalau kita menuntut orang yg melayani kita itu haruslah orang yg sangat rapi, sangat sopan, cerdas, dan perfeksionis. Bayangkan pembantu di rumah Anda jauh lebih rapi, lebih sopan, dan lebih pintar daripada Anda. Gimana perasaan Anda? Bisa2, teman2 Anda mengira Andalah pelayannya, bukan Tuannya.
Karena itu, kalo pelayan yg melayani Anda gak rapi, toko yg Anda kunjungi lusuh, pegawai toko tidak tersenyum pada Anda / jutek, atau pramusaji lupa / kurang mengembalikan uang belanjaan Anda, Anda cukup tersenyum pada mereka. Gak apa2. Itu adalah hal wajar, karena mereka ada utk melayani Anda. Dan seorang pelayan tidak harus lebih baik daripada Anda.

3. ORANG KAYA TIDAK BERHITUNG :
Orang kaya gak pernah mikir soal hitung2an. Kalo teman yg minjam uang telat ngembaliin, ya udahlah. Toh cuman 1-2 hari atau 1-2 tahun. Ngapain diributin? Toh uang di rumah masih ada kok. Dan lagi kalo dia gak ngembaliin, ya ngapain harus ngejar dia atau maksa bayar, sampe manggil tukang pukul buat ngancam2 segala? Justru orang kaya punya sikap yg berpasrah. Kalo yg minjam tidak bisa mengembalikan, ya udah. Pasrahkan saja uangnya. Uang bukan hal besar buat orang kaya. Justru hati yang besar. Itu yg terpenting. Orang berhati besar dapat terlihat dari sikapnya yang bisa berpasrah. Hanya orang kaya yg punya hati besar.

4. ORANG KAYA TIDAK MEMINTA-MINTA :
Orang kaya tidak pernah minta2 pada tetangga atau sodara2nya.. Mereka punya harga diri yg cukup tinggi, dan selalu berusaha utk mencukupkan dirinya sendiri. Tidak ada kata susah bagi orang kaya. Bisa makan Nasi dan garam saja sudah menjadi kebanggaan sendiri. Ya lho... itu makanan paling mewah yg pernah ada di dunia ini. Carilah orang2 di dunia, dan tantang mereka utk makan Nasi dan Garam saja. Siapa yg bersedia? Hanya orang2 berhati emas yg mampu bisa menikmati makanan semewah itu. Dan hanya orang2 kayalah yg punya hati yg terbuat dari emas.

5. ORANG KAYA TIDAK IRI :
Mengapa harus iri dengan tetanga yg punya mobil baru? Mengapa harus dengki pula dengan teman yg punya rumah mewah? Kita orang kaya kok. Kita punya semua yg mereka miliki, dan semuanya abadi. Gak perlu takut digusur setiap saat, gak perlu takut kebanjiran, gak perlu pusing mikirin gimana bayar cicilan dan pajaknya setiap bulan. Dan yg pasti, gak perlu takut bakal dicuri atau dibobol orang. Semuanya aman dan ga pake ribet.

6. ORANG KAYA TIDAK GAMPANG MARAH :
Orang ngomongin kita? Ngatain kita? Atau bahkan mencibir kita? Trus kenapa? Anda merasa bermasalah? Saya gak tuh. Karena saya orang kaya. Mengapa? Lha, orang kaya itu punya wawasan yg luas. Justru dengan wawasan luaslah kita bisa kaya seperti sekarang. Bukti kalo orang berwawasan luas adalah dia bisa menerima segala hal, termasuk cibiran, omongan miring, dan gosip tentang dirinya. Dia akan menampung semuanya dan tidak memendamnya. Dia tidak akan frontal membalas semua omongan miring itu. Ngapain ngehabisin tenaga dan waktu buat gituan? Orang kaya justru memusatkan pikirannya utk mencari cara agar bisa menjadi "lebih kaya". Jadi... buat marah2, caci maki orang, atau ngatain orang... gak deh. Itu bukan gawean orang kaya.

7.. ORANG KAYA PUNYA PRINSIP :
Orang kaya tahu harus ke mana. Karena itu dia gak gampang dipelintir, dibeli, atau disuap orang. Jalannya jelas, dan komitmennya kuat. Dia akan melihat apa yg buruk dan yg baik dengan sangat transparan, gak ada istilah zona abu2. Dia punya pertimbangan yg baik dan berani mengambil keputusan serta tanggung jawab dari keputusan yg diambilnya. Gak ada cerita melimpahkan tanggung jawab ke orang lain. Itu gak ada harga diri namanya. Orang kaya kok gak punya harga diri? Memalukan sekali !!!

8. ORANG KAYA MENGHARGAI ORANG LAIN :
Siapapun teman dan lawan kita, di mata orang kaya, semuanya sama. Orang Kaya sangat bisa mengayomi dan berdialog dengan siapapun tanpa prasangka. Orang kaya itu gak picik. Mereka akan sangat antusias menemui lawan yg mengajak bertemu dan berdamai. Mereka juga akan sangat menghargai saran orang2, baik yg membangun apalagi yg menjatuhkan. Dia bahkan akan serta merta memeluk orang2 yg berempati maupun yg tidak bersimpati padanya. Semua orang di matanya sama. Dia memang bukan Tuhan, dan tentu saja porsi persahabatan dengan teman dan musuh juga dia bedakan. Namun dalam kondisi apapun, ketika orang (baik musuh dan teman sekalipun) membutuhkan dirinya, dia akan selalu ada.

9. ORANG KAYA PUNYA TATA KRAMA :
Dalam tradisi orang Tionghua, orang itu bisa kaya kalo menghormati orang tua. Gak percaya? Tengoklah tradisi pemberian angpao. Anda baru bisa dapat angpao dari orang tua kalo Anda bersujud 3X dan menyodorkan air teh pada orang tua.. Semakin banyak angpao, berarti semakin kayalah Anda. Karena itu, orang Tionghua sangat menekankan sikap sopan pada orang tua. Tidak perduli bagaimana kasarnya orang tua mereka, tetapi anak2 selalu menjunjung orang yg lebih tua itu. Mereka akan bersikap sopan, selalu menolong, dan bahkan selalu menghargai para tetua. Tanpa mengeluh. Tanpa dendam. Jadi... jika ingin menjadi kaya, tetap kaya, bahkan semakin kaya, kuncinya hanya 1 : hormatilah orang tua / orang yg dituakan. Lakukan dengan hati yg iklas. Tanpa menunggu waktu lama, hartamu akan bertambah banyak.

10. ORANG KAYA TAKUT TUHAN :
Berapa pun hasil yg kau peroleh hari ini, semuanya berasal dari Tuhan. Tuhan punya kehendak dan bisa membuatmu sukses, serta membuatmu hancur. Ketika kau takut pada Tuhan, Dia akan memberikan apa yg kau mau. Tetapi jika kau sombong, hanya dengan meniupkan sedikit nafasNya, maka habislah engkau. Karena tahu bahwa semua hartanya berasal dari Tuhan, maka orang kaya selalu punya rasa takut dan selalu taat padaNya. Mereka akan rajin memuji Allah, menyembah Dia, dan selalu memiliki rasa syukur. Semua mereka lakukan, karena Allah telah bermurah pada mereka.

Inilah ciri2 Orang Kaya yg benar2 kaya sekaya-kayanya. Jika Anda telah melakukan semua hal ini, maka sudah sangat jelas kalau Anda adalah orang kaya. Tetapi, jika Anda tidak melakukan semuanya, tidak perduli berapa besar hartamu di tabunganmu, dana investasi, atau reksadanamu, engkau hanyalah orang miskin yg paling hina di dunia ini.

So.... Jika ingin sukses dan jadi orang paling kaya di dunia : lakukanlah hal ini !!! Dan jika semuanya Anda lakukan, sudah dapat dipastikan : Andalah ORANG TERKAYA DI DUNIA !!!

" We make a living by what we get and make a life by what we give "